JOMBLO JANGAN BACA INI! Berpelukan: Seberapa Bermanfaatkah Bagi Gen Z?
Semua penyakit pasti ada obatnya, termasuk juga penyakit mental yang sedang menjadi masalah bagi gen z saat ini. Namun, gen z tidak perlu khawatir, karna ada obat yang mujarab untuk mengatasi stress. Yapp, obat itu adalah berpelukan.
Berpelukan dapat memberikan manfaat kesehatan, termasuk mengurangi rasa takut, stres, dan rasa sakit. Berpelukan juga dapat mendukung kesehatan kekebalan dan kardiovaskular. Hal ini dibuktikan saat kita memeluk seseorang, baik saat sedih ataupun senang perasaan kita menjadi lebih baik. Para peneliti pun berpendapat bahwa manfaat berpelukan lebih dari sekadar perasaan hangat yang dirasakan saat memeluk seseorang. Pertanyaannya, berapa pelukan yang kita butuhkan? Dan bagaimana cara memaksimalkan pelukan?
Ilmu di Balik Pelukan
Manusia memiliki dua sistem sentuhan yang berbeda. Salah
satunya adalah sistem sentuhan cepat yang terdiri dari aferen
A-beta yang besar dan bermielin. Ini juga dikenal sebagai sentuhan
diskriminatif, di mana saraf kita dapat dengan cepat mendeteksi dan membedakan kontak
dengan kulit kita.
Yang kedua adalah sistem sentuhan lambat, yang
mencakup aferen C-taktil yang baru ditemukan. Serabut saraf tak bermielin
ini berhubungan dengan sentuhan afektif, memproses aspek emosional dari pelukan
atau belaian.
Dengan segala emosi dan makna yang dimilikinya, tidak
mengherankan jika sentuhan fisik, terutama dalam bentuk pelukan, memainkan peran
penting baik dalam hubungan maupun kesehatan mental kita.
Manfaat Pelukan
Pelukan yang baik memperlambat
detak jantung dan menurunkan tingkat hormon stres, kortisol, dalam tubuh kita. Sebaliknya,
berpelukan membuat kita merasa tenang, aman, dan rileks. Semakin kurang
reaktif kita terhadap stres, semakin baik kita dalam mengatur emosi. Menurut
sebuah penelitian, bayi yang menerima lebih banyak sentuhan pengasuhan selama
tahap awal perkembangannya akan tumbuh menjadi kurang reaktif terhadap pemicu
stres dan menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih rendah .
2. Memperkuat Hubungan
Saat kita memeluk seseorang, tubuh kita mendapat lonjakan oksitosin. Oksitosin adalah bahan kimia dalam tubuh kita yang kadang-kadang disebut oleh para ilmuwan sebagai “hormon pelukan. Hal ini karena kadarnya meningkat ketika kita berpelukan, menyentuh, atau duduk dekat dengan orang lain. Oksitosin dikaitkan dengan kebahagiaan dan berkurangnya stres.
Para ilmuwan telah menemukan bahwa hormon ini memiliki pengaruh yang kuat pada wanita. Oksitosin menyebabkan penurunan tekanan darah dan hormon stres norepinefrin.Sebuah penelitian menemukan bahwa manfaat positif oksitosin paling kuat terjadi pada wanita yang memiliki hubungan lebih baik dan lebih sering berpelukan dengan pasangan romantisnya. Wanita juga melihat efek positif oksitosin ketika mereka menggendong bayinya erat-erat.
Hanya dengan sentuhan sederhana, pelepasan oksitosin bisa langsung membuat kita merasa lebih terhubung, sehingga mengurangi perasaan kesepian.
3. Meningkatkan Harga Diri
atau Mengurangi Rasa Takut
Pelukan tidak hanya membantu kita
merasa lebih dekat dengan orang lain, namun juga membantu kita merasa lebih
bahagia dengan diri sendiri. Secara umum, sentuhan sosial dapat meningkatkan
kadar serotonin dan dopamin , serta melepaskan endorfin—hormon
“perasaan nyaman” dan pereda nyeri alami. Endorfin paling sering dikaitkan
dengan olahraga (pikirkan “runner’s high”), namun kita masih bisa mendapatkan
peningkatan suasana hati instan dari pelukan. Dan dalam jangka panjang,
sentuhan penuh kasih telah terbukti menciptakan dan mempertahankan rasa diri yang sehat.
4. Memberikan Dukungan
Ketika seorang teman atau anggota keluarga sedang
menghadapi sesuatu yang menyakitkan atau tidak menyenangkan dalam hidupnya,
peluklah mereka. Para ilmuwan mengatakan bahwa memberikan dukungan kepada orang
lain melalui sentuhan dapat mengurangi stres orang yang dihibur. Bahkan bisa
mengurangi stres orang yang melakukan penghiburan.
Dalam sebuah penelitian terhadap dua puluh pasangan
heteroseksual, pria diberikan kejutan listrik yang tidak menyenangkan. Saat
terjadi guncangan, masing-masing wanita memegang lengan pasangannya. Para
peneliti menemukan bahwa bagian otak setiap wanita yang terkait dengan stres
menunjukkan penurunan aktivitas, sedangkan bagian yang terkait dengan imbalan
atas perilaku ibu menunjukkan lebih banyak aktivitas. Saat kita memeluk
seseorang untuk menghiburnya, bagian otak kita ini mungkin menunjukkan respons
serupa.
5. Melindungi dari Penyakit
Efek berpelukan untuk mengurangi stres juga dapat membuat kita lebih sehat. Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 400 orang dewasa,
peneliti menemukan bahwa berpelukan dapat mengurangi kemungkinan seseorang
sakit. Peserta dengan sistem pendukung yang lebih baik memiliki kemungkinan
lebih kecil untuk jatuh sakit. Dan mereka yang memiliki sistem pendukung yang
lebih baik namun jatuh sakit memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan
mereka yang memiliki sedikit atau tanpa sistem pendukung.
6. Pelukan dapat Meningkatkan Kesehatan
Jantung
Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan membagi kelompok
yang terdiri dari sekitar 200 orang dewasa menjadi dua kelompok: Satu kelompok
memiliki pasangan romantis yang berpegangan tangan untuk 10 menit diikuti
dengan pelukan 20 detik satu sama lain dan kelompok lain memiliki pasangan
romantis yang duduk di dalamnya diam selama 10 menit 20 detik. Orang-orang pada
kelompok pertama menunjukkan penurunan tingkat tekanan darah dan detak jantung
yang lebih besar dibandingkan kelompok kedua.
7. Membantu Berkomunikasi dengan Orang Lain
Para ilmuwan telah menemukan bahwa orang asing mampu
mengekspresikan berbagai macam emosi kepada orang lain dengan menyentuh bagian
tubuh yang berbeda. Beberapa emosi yang diungkapkan antara lain kemarahan,
ketakutan, jijik, cinta, syukur, kebahagiaan, kesedihan, dan simpati.
Memeluk adalah jenis sentuhan yang sangat nyaman dan komunikatif.
Berapa Banyak Pelukan yang Kita Perlukan?
Terapis keluarga Virginia Satir pernah berkata, “Kita membutuhkan empat pelukan sehari untuk bertahan hidup. Kami membutuhkan 8 pelukan sehari untuk pemeliharaan. Kami membutuhkan 12 pelukan sehari untuk pertumbuhan.” Walaupun kedengarannya seperti banyak pelukan, nampaknya banyak pelukan lebih baik daripada tidak cukup.
Jadi, berapa banyak pelukan yang harus kita lakukan dalam sehari untuk mendapatkan kesehatan yang optimal? Menurut ilmu pengetahuan terbaik, kita harus memiliki sebanyak mungkin jika kita ingin mendapatkan efek positif terbesar.
Jadi, jika kita ingin merasa lebih baik tentang diri sendiri, mengurangi stres, meningkatkan komunikasi, dan menjadi lebih bahagia dan sehat, tampaknya memberi dan meminta lebih banyak pelukan adalah awal yang baik. Jika kita merasa gugup untuk mencari lebih banyak pelukan, mulailah dengan memintanya terlebih dahulu dari teman dan anggota keluarga terdekat kita. Sains membuktikan bahwa berpelukan secara teratur dengan orang-orang terdekat, meski singkat, dapat memberikan efek positif terutama pada otak dan tubuh kita.
Cara Memaksimalkan Pelukan
1. Bertanya Dahulu
Jika kita tidak yakin di mana posisi seseorang
saat berpelukan, jangan takut untuk bertanya padanya. Penting untuk
bersikap bijaksana dan menghormati batasan pribadi orang lain, terutama dalam
hal sentuhan fisik.
2. Jangan Terburu-buru
Untuk merasakan manfaat pelukan memang tidak bisa dilakukan terlalu cepat. Jika tidak, tidak ada cukup waktu bagi tubuh kita untuk melepaskan oksitosin, endorfin, dan semua hormon baik lainnya ke dalam sistem kita untuk terhubung dengan otak kita.








Komentar
Posting Komentar