Istilah “Goblin
Mode” identik dengan gaya hidup mengabaikan standar sosial dan fokus pada
kenyamanan diri sendiri. Goblin mode biasanya dilakukan dengan cara menolak
sistem atau norma yang berlaku di sekitarnya. Munculnya tren goblin mode ini sering
dikaitkan dengan dampak stres dan kelelahan akibat Covid-19.
Apa itu Goblin Mode?
Goblin mode
adalah sebuah tren di mana seseorang secara sengaja memilih untuk hidup dengan
sesuka hatinya, berantakan, malas, dan tidak peduli dengan penampilan. Orang
yang mengalami goblin mode cenderung mengabaikan tanggung jawab, mengasingkan
diri dari interaksi sosial, dan menghabiskan waktu dengan aktivitas yang
dianggap tidak produktif.
Alasan di Balik Munculnya Goblin Mode
Banyak orang
melakukan goblin mode sebagai bentuk perlawanan stres dan kelelahan mental. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyak orang mengalami stres, gangguan kecemasan,
bahkan depresi. Goblin mode ini menjadi salah satu pelarian dari tekanan
tersebut.
Efektif Melawan Stres atau Justru Terjebak dalam Gaya
Hidup Berbahaya?
Konsep goblin mode ini memang mirip dengan istilah healing yang juga menjadi tren
di masyarakat, tetapi keduanya berbeda. Healing bertujuan untuk
memulihkan kesehatan mental dan fisik dalam jangka panjang, dengan cara
menghadapi dan mengatasi sumber stres. Sementara itu, goblin mode hanya bertujuan
sebagai alat untuk melawan stress dengan cara memanjakan diri yang bersifat
sementara, sehingga tidak memiliki efek pemulihan. Pada awalnya, memang goblin
mode akan membawa kegembiraan dan lupa sejenak akan stress yang dialami.
Namun, goblin mode memiliki efek jangka panjang yang berbahaya. Goblin mode akan membuat kita terjebak dalam kecemasan. Jika hal ini terus dilakukan, bisa
memperburuk kondisi mental, bahkan yang terburuk bisa berakhir menjadi
depresi.
Dampak Positif
& Negatif Goblin Mode
Hidup dalam goblin mode akan menurunkan produktivitas. Rasa
malas yang ditimbulkan dari tren ini akan berdampak buruk pada kehidupan
sehari-hari. Contohnya, seorang siswa yang menganut goblin mode akan
menunda-nunda tugasnya karena memanjakan rasa malas, sehingga menyebabkan
penurunan nilai di sekolah.
Bagi orang yang sudah depresi goblin mode dapat memperburuk
gejala dan memperlambat pemulihan. Seseorang yang mengalami depresi dapat
semakin terisolasi , kehilangan minat pada aktivitas yang disukai, dan memiliki
pikiran untuk bunuh diri.
Meskipun demikian, goblin mode juga memiliki dampak yang
baik apabila bisa mengerti batasannya. Seseorang akan dapat lebih fokus pada
dirinya, memberikan ruang dan waktu untuk mendapatkan kebahagiaan diri sendiri.
Goblin mode merupakan cara yang dapat digunakan untuk
melawan stres dan kelelahan mental dalam jangka pendek. Namun, penting untuk
tidak terjebak dalam gaya hidup ini dalam jangka panjang. Menemukan keseimbangan
antara self-care dan tanggung jawab adalah kunci untuk mencapai hidup sehat yang
bahagia.
Arneta Aquileni Widodo/4
Komentar
Posting Komentar