Hujan dan Mi Instan: Kombinasi Menyenangkan Hati
![]() |
| Foto oleh Kim Deachul di Unsplash |
Seperti yang kita tahu, akhir-akhir ini kita sering bertemu dengan hujan. Pagi, siang, atau malam hari. Di rumah, sekolah, taman kota, atau di mana pun kita berada. Kadang-kadang hujan datang saat suasana yang tidak tepat, mungkin ketika kita sedang terburu-buru berangkat kerja atau sekolah. Namun, adakala ketika mendung sudah mulai datang lalu kita malah menanti-nantinya. Umumnya hal itu terjadi ketika kita sudah selesai beraktivitas dan ingin bersantai.
Untuk melengkapi suasana, kebanyakan orang biasanya membuat semangkuk mi kuah hangat dengan telur sembari menyelimuti diri dan menonton film kesukaan. Sudah terbayang belum? Hahaha.
Namun, pernah, tidak, sih, kalian bertanya-tanya mengapa banyak orang ingin makan mi instan saat hujan?
Serotonin Turun
Ternyata peristiwa ini ada kaitannya dengan kadar serotonin dalam tubuh. Serotonin merupakan hormon kebahagiaan tubuh manusia yang mempunyai fungsi sangat penting dalam menunjang aktivitas otak, keadaan psikologis, kemampuan kognitif, peredaran darah, sistem pencernaan dan kesehatan tulang. Dilansir dari Everyday Health, rendahnya paparan sinar matahari mengurangi produksi hormon serotonin. Tubuh yang kekurangan serotonin merespon dengan cara memberikan rasa lapar. Serotonin bisa didapatkan dari makanan, terutama yang memiliki kadar karbohidrat tinggi, seperti mi instan.
Suhu Dingin
Saat hujan, suhu udara akan menjadi lebih dingin. Perubahan cuaca ini akan membuat suhu tubuh menurun. Ketika dihadapkan dengan situasi itu, secara alami kita akan mencari hal-hal yang dapat menghangatkan tubuh. Makan adalah salah satu caranya. Sensasi hangat yang dirasakan saat menyantap mi instan akan memberi rasa nyaman ketika menyeruput kuahnya. Selain itu, rasa gurih dan umami yang dihasilkan dari kombinasi bumbu pada mi instan membuat tubuh melepaskan hormon-hormon relaksasi.
Perempuan Lebih Sering
Universitas New South Wales (UNSW) juga pernah melakukan penelitian terhadap dampak makanan terhadap kebiasaan konsumsi manusia. Dalam penelitian tersebut, perempuan terbukti memiliki keinginan untuk makan 60% lebih tinggi daripada laki-laki ketika cuaca buruk. Temuan ini memperkuat penelitian lain yang menyebut bahwa keinginan makan perempuan meningkat ketika suasana hatinya sedang buruk karena fluktuasi hormon, seperti estrogen.
Mi yang Lebih Sehat
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mi instan dikategorikan sebagai makanan yang tidak sehat. Mi instan termasuk ultra-processed food serta lebih banyak mengandung karbohidrat, lemak jenuh, dan natrium atau garam tinggi. Namun, sebenarnya kita bisa membuatnya menjadi lebih sehat dengan beberapa cara, di antaranya:
1. Menambahkan sayuran
Tepung terigu sebagai bahan dasar mi termasuk golongan karbohidrat sederhana. Karbohidrat ini sangat mudah diserap tubuh dan cepat meningkatkan gula darah. Untuk menyeimbangkan hal itu, sayuran dapat ditambahkan ketika memasak mi instan. Sayuran merupakan sumber zat gizi penting untuk kesehatan seperti kalium, serat, folat, vitamin A, dan vitamin C. Bahkan, kandungan fitonutrien seperti flavonoid pada sayuran dapat membantu mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas. Berbagai jenis sayuran bisa ditambahkan saat memasak mi instan, seperti sawi, wortel, buncis, atau brokoli.
2. Melengkapi dengan protein
Protein merupakan nutrisi penting untuk memperbaiki sel, memproduksi sel baru, dan membuat organ tubuh berkerja dengan baik. Protein yang digunakan dapat berupa protein hewani maupun protein nabati. Telur seringkali menjadi opsi saat memasak mi instan. Selain itu, dada ayam, tahu, atau udang juga bisa menjadi pilihan.
3. Mengurangi bumbu
Biasanya bumbu dari kemasan mengandung natrium tinggi, yaitu 1500 mg. Padahal, asupan garam harian yang direkomendasikan hanya sebanyak 1500-2000 mg atau setara dengan 1 sendok teh per hari. Untuk mengatasinya, kita dapat mengurangi bumbu yang digunakan atau membuat sendiri bumbu pengganti yang terbuat dari bahan alami.
Sekian artikel dari saya tentang alasan mengapa banyak orang ingin makan mi instan saat hujan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat!
Nama: Naura Nibrazasti Amalia
Kelas: 2021 MIPA 1
No. Urut: 22

.jpg)


Komentar
Posting Komentar